Bagian (1) 11
 
Wajib bagi mukallaf Artinya bagi orang yang mempunyai akal, balig, mengerti di wajibkan meyakini bahwa nabi Muhammad SAW di lahirkan dimekkah serta dijadikan utusan,dan bertempat tinggal dimekkah . Atinya diperintah oleh Allah menyampaikan hukum syariat islam berupa haram, halal,makruh, fardlu, sunnah,jawaz, kepada semua ummat diakhir zaman ini, dan setelah itu Rasullah pindah kemadinah sampai rasullah wafat. begitu juga diwajibkan bagi mukallaf mengetahui ayah rasullah bernama Abdullah dan ibunya siti aminah. begitu juga kita diwajibkan meyakini beberapa sifat yang menunjukkan kesempurnaan  baik itu mengenai sifat-sifat yang wajib atau muhal. Artinya wajib bagi mukallaf baik laki-laki maupun perempuan mengetahui sifat dua puluh serta wajib mengetahui dengan dalil-dalinya seperti yang di jelaskan didalam kitb Ummul baraahin dan kifayatul awam.

                Menuntut ilmu hukumnya wjib bagi orang islam laki-laki maupun perempuan.Artinya Allah akan memeberi pahala diakhirat kelak apabila senantiasa menuntut ilmu. jadi mengetahui dan mengamalkan perintah Allah serta berusaha mencari makanan yang halal ini adalah ciri-ciri penghuni surga dengan rahmat-Nya "Alhamdulillah". Apabila seseorang senantiasa melakukan maksiat dan tidak diberi kesempatan untuk bertaubat (taubatan nasuha) sebelun naza' ini adalah cirri-ciri calon penghuni neraka dengan keadilan Allah.(نعوذ بالله منها Artinya kami minta perlindungan kepada Allah dari api neraka). Jadi apabila tidak suka menuntut ilmu meskipun ia takut melakukan maksiat pasti perbutannya ada yang salah jika tidak memahami hukum (tidak belajar). Maka dari pada itu apabila kita mempunyai anak baik laki-laki maupun peremapuan diusahakan sekuat tenaga dididik dengan baik jangan sampai tidak mengerti hukum syara', dan jangan sampai hanya mementingkan urusan dunia saja agar tidak menyesal didunia lebih-lebih diakhirat. Apabila anak kita semangat belajar (berilmu) dan menjadi anak saleh,maka manfaatnya didalam kubur sampai akhirat itu akan kembali kepada kedua orang tuanya. sebaliknya apabila mempunyai anak tidak didik dengan baik (tidak peduli terhadap pindidikannya)  dan senang melakukan maksiat karena kebodohannya, maka siksa didalam kubur lebih-lebih diakhirat pasti kembali kepada kedua orang tuanya juga. Sebagai awal orang tua wjib mengajar membaca al-qur'an sampai bisa dengan tajwidnya agar kelak dewasa nanti mempunyai bekal didalam kubur sampai akhirat karena apabila gemar membaca al-qur'an akan menjadi penerang didalam kubur sampai dikumpulkan, dihisab, melewati sirat sehingga masuk surga. Karena apabila membaca al-quran dengan ikhlas karena Allah tidak riya',ta'jub, sum'ah, dan tidak takabbur serta diamalkan dan dibaca didalam salat sambil berdiri pahalanya tiap-tiap huruf dibalas dengan seratus kebaikan apabila dibaca didalam solat sambil duduk dibalas lima puluh kebaikan.Apabila dibaca diluar salat dan mempunyai wudu' akan diberi pahala dua pulu lima kebaikan tiap-tiap huruf.sebagaimana yang telah dijelaskan didalam kita اعانة الطالبين. Jika sudah bisa membaca alqur'an dengan baik dan tepat maka dianjurkan mempelajari kitab عقائد artinya ilmu tentang meyakini beberapa sifat wajib,muhal kepada Allah dan para utusan. Setelah itu dianjurkan ngaji (belajar) tentang maca-macam maksiat yang telah dijelaskan didalam kitab Safinah dan Sullam taufik juga Bidayatul Hidayah dan lain sebagainya. Apabila pikirannya terbuka (cerdas) dianjurkan belajar ilmu sorrof,nahwu,tafsir, tasawwuf agar supaya menjadi wakil sekaligus penerus Rasulullah SAW.
                Rukun iman ada enam .1. iman kepada Allah 2. iman kepada malaikat Allah 3. iman kepada kitab-kitab Allah. 4. iman kepadan para utusan 5. iman kepada hari qiyamat 6. iman kepad qodlo' dan qodar (baik dan buruk itu dari Allah).
                Iman kapada Allah adalah menyakini, sesungguhnya Allah adalah dzat yang wajib adanya serta satu dzat dan sifatnya. Yang dimaksud iman kepada malaikat adalah meyakini dengan adanya malaikat, dan sesungguhnya malaikat itu mahkluk yang dimulyakan Allah tidak pernah melakukan maksiat, serta bukan  laki-laki dan perempuan, tidak makan, tidak minum,tidak mempunyai sahwat, tidak tidur, dan tidak mempunyai ayah dan ibu.
Iman kepada kitab Allah adalah meyakini sesungguhnya kitab tersebut kalamullah yang  qodim (dahulu), serta bukan huruf dan bukan suara. Sesungguhnya semua yang disampaikan Allah tidak diragukan lagi kebenarannya,dan Allah menurunkan kepada para utusan dengan beberapa lafadz seperti Al-qur'an.  
                Iman kepada utusan adalah meyakini bahwa Allah menciptakan para utusan untuk semua mahkluk serta untuk menyampaikan larangan dan perintah, dan maha suci para utusan dari sifat tercela dan terpelihara dari   maksiat baik itu dosa kecil maupun dosa besar, dan juga wajib mempunyai sifat sidik, amanah, tabliq, fathonah.
                Iman kepada hari kiamat adalah meyakini bahwa hari qiamat bakal terjadi dan segala sesuatu yang berhubungan dengan pertanyaan malaikat didalam kubur  baik itu yang berkaitan dengan siksa  dan nikmat, bangun dari qubur.dan begitu pula mengimani adanya balasan amal baik dan amal jelek,dan juga adanya timbangan,sirhat,dan adanya surga dan neraka.
                Iman kepada qodlo’ dan qodar (baik dan buruk) adalah meyakini bahwa sesungguhnya segala sesuatu yang ditentukan oleh Allah dizaman azal itu tidak akan terjadi jika Allah tidak berkehendak dan semua itu Allah telah menentukan baik dan jeleknya sebelum makhluk diciptakan,dan segala Sesuatu yang ada itu dengan hukumnya Allah dan takdir -Nya.
Rukun islam ada lima 
  1. bersaksi sesungguhnya tiada tuhan yang patut disembah dengan senyata-nyatanya melaikan Allah ta’ala yang satu, dan bersaksi sesungguhnya nabi Muhammad itu adalah utusan Allah.
  2. Mengerjakan solat.
  3. menunaikan zakat.
  4. Berpuasa pada bulan puasa.
  5. Hajji kebaitullah bagi yang mampu.
Yang dinamakan iman adalah mayakini semua yang disampaikan para nabi dan para utusan itu semua dari Allah.Sedangkan yang dinamakan islam adalah mengikuti berbagai macam perintah Allah dan menjahui berbagai macam larangan-Nya.
Wajib bagi orang mukallah baik itu laki-laki maupun perempuan mengetahui sifat  wajib yang dua puluh kepada Allah.adalah:
1.       وجود: Allah ada, muhal tidak ada.
2.       قدم : dahulu muhal baru.
3.       بقاء : kekal muhal rusak.
4.       مغالفة للحواديث: berbeda dengan yang baru muhal sama dengan yang baru.
5.        قيامه بنفسه: berdiri sendiri muhal, butuh pada yang lain.
6.        وحدانيه: satu, muhal lebih dari satu.
7.       قدرة  :kuasa, muhal Allah lemah.
8.        ارادة: berkehendak, muhal Allah terpaksa.
9.        علم: mengetahui,muhal Allah bodoh.
10.     حياة: hidup, muhal Allah mati.
11.     سمع: mendengar, muhal Allah tuli.
12.    بصر:: melihat, muhal Allah buta.
13.     كلام: berfirman, muhal Allah bisu.
14.     قادرا: mampu,muhal Allah lemah.
15.     مريدا: berkehendak, muhal Allah terpaksa.
16.     عالما: mengetahui, muhal Allah bodoh.
17.    حيا: hidup, muhal Allah mati.
18.    سميعا : mendengar, muhal Allah tuli.
19.     بصيرا: melihat, muhal Allah buta.
20.     متكلما: berfirman, muhal Allah bisu.
Sifat jawaz (boleh-boleh saja) bagi Allah ada satu adalah melakukan hal  mungkin dan meninggalkan-Nya: Artinya menciptakan alam atau tidak menciptakan boleh bagi Allah swt. Begitu pula wajib bagi orang mukallaf mengetahui sifat yang empat bagi para nabi dan para utusan serta wajib mengetahui kebalikannya.
sifat  wajib bagi para nabi:
1.       siddik:terpercaya, muhal berdusta.
2.       amanat: amanat, muhal khianat(melakukan barang haram dan makruh).
3.       tablik: menyampaikan perintah Allah kepada semua makhluk, muhal menyimpan perintah.
4.       fatonah: pintar, muhal bodoh.
Sifat yang benang (boleh-boleh saja) ada satu adalah mempuanyai sifat umum sama seperti manusia yang lain seperti sakit, lapar, menikah dan lain-lain,dan tidak boleh bagi para utusan mempunyai sifat yang menyebabkan hina seperti sakit yang sangat parah dan baros (kulit berwarna), gila, buta,pincang dan lain sebagainya.
Yang dinamakan nabi dan utusan adalah manusia laki-laki merdeka yang selamat dari sifat tercela dan kotor sekaligus mendapatkan perintah menyampaikan wahyu dari Allah kepada semua ummat.Apabila tidak diperintahkan menyampaikan wahyu dari Allah kepada mahkluk maka dinamakan nabi saja akan tetapi tidak dinamakan utusan.