Wanita santri, barang tentu berbeda dengan nonsatri, yaitu tidak boleh sembarangan mencintai lelaki baik itu santri yang tidak memiliki kepribadian baik,lebih-lebih nonsantri. Lelaki yang paling wajar dicintai oleh wanita santri ialah santriwan yang memiliki sifat-sifat sepertri Nabi Muhammad SAW.  karena Nabi Muhammad SAW adalah pembela nasib kaum wanita. Beliau telah mengangkat martabat kaum wanita dari perlakuan orang jahiliyah terhadapkaum wanita pada masa itu. Ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW dia akan membawanya dengan kuat untuk menyempurnakan dan menghidupkan kaum wanita. kerana mereka mendapat kebebasan dalam kawalan serta perlindungan,keselamatan oleh kaum lelaki yang tidak bertanggung jawab dan tidak mendidik. wanita santri yang sejati tidakmelihat dari ketampanan wajahnya semata-mata.Wajahnya hanyalah satu peranan yang amat kecil,tetapi wanita santri sejati akan melihat dari ketampanan dan ketulusan hatinya yang tersembunyi. Itulah yang terbaik. sertajuga tidak melihat dari bentuk tubuh dan  badannya yang mempersona (kekar),tetapi dia melihat dari sejauh mana pria itu menutupi bentuk tubuhnya dengan prilaku yang baik (akhlak).


             wanita santri yang sejati mereka tidak akan melihatpria dari banyaknya harta yang mereka miliki, tapi ia melihat dari seberapa besar amal  baik yang mereka lakukan dengan ketulusan hati (ikhlas).Wanita santri yang sejati tidakakan melihat seorang pria seberapa indah lantunan suaranya tetapi dia melihat dari apa yang sering mulutnya bicarakan.begitu pula iatidak akan melihat keahliannya berbahasa,tetapi melihat dari bagaimana caranya ia berbicara dan berhujah kebenaran.
Begitulah pesan yang telah diberikan oleh para ulama’-ulama’ kita kepada santri-santrinya. Cara pola berpikirnya santriwati yang berkepribadian, mereka tidak tergiur dengan indahnya dhahirnya saja tapi lebih dari itu, mereka berpikir kedepan, bagimana pria idamannya itu bisa membimbing kejalan yang lurus serta di ridloi oleh Allah SWT. Ilmu, mereka  pandang sebagai hiasan terhadap pri yang memilikinya,dan mereka berfikir bahwa apabila seorang pria dihiasi dengan  ilmu maka kemungkinan besar dengan adanya ilmu tersebut  dia bisa membingnya kejalan yang baik.