Minggu, 18 Desember 2011

19.42 - No comments

AMAL KEBAIKAN




“Di kutip dari kajian kuliah subuh tafsir jalalain.
 ihya ulumiddin
 
                Allah akan membalas semua amal kebaikan hambanya, dan hanya orang-orang berimanlah yang menginginkan sedemikian. Barang tentu mereka tidak akan kecewa maupun mengeluh dengan usaha dan jerih payahnya. Kerena mereka yakin seberat apapun usaha yang mereka lakukan tidak akan sia-sia.
وادخل الذين امنوا وعملو الصلحت جنات تجري منتحتها الأنهار خالدين فيها باذن ربهم تحيتهم فيها سلام.
                Artinya: dan dimasukkanlah orang-orang yang beriman dan beramal saleh kedalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal didalamnya dengan siezin tuhan mereka.ucapan penghormatan mereka dalam surga itu adalah salam (Qs: Ibrahim: 23)
                Terkait dengan  ayat di atas dapat di garis bawai yaitu hanya bagi orang- orang beriman,karena banyak sekali orang non muslim melakukan amal kebaikan bahkan melebihi dari orang muslim sendiri. Tapi mereka tidak mendapat balasan diakhirat.Banyak sekali ayat-ayat Al Qur’an, mengulang-ulang kata -orang-oarang beriman- lalu diiringi dengan kata-kata -beramal kebaikan-, itu menunjukkan hanya bagi orang-orang beriman saja yang akan memeperoleh balasan (pahala).
                Sekecil apapun amal kebaikan jangan sampai diremehkan. Sebab boleh jadi amal yang sedikit itu menjadi amal yang di terima disisi Allah. Begitu pula belum tentu amal yang banyak akan di terima disisi Allah, boleh jadi amal yang banyak itu bukan semata-mata mengharap ridlo Allah. Kita jangan melihat amal kebaikan itu dilihat dari kecil atau besarnya, tapi melihat karena diri kita ini dituntut untuk berbuat baik kepada siapaun meskipun kepada non muslim.
Bentuk kebaikan ada dua: (a) berupa fisik (b) non fisik.
Kebaikan yang berbentuk  fisik adalah bagi orang yang mempunyai kelebihan berupa harta seperti menafkahkan sebagian hartanya kepada orang yang membutuhan. Banyak sekali ayat-ayat yang di ulang-ulang dalam Al-Qur’an seperti pada surat Ali- Imram: -3- Ar-Ra’d: -22- Fatir: -29- dan Al-hajj. Bentuk kebaikan seperti ini, jarang kita jumpai dan terjadi pada kalangan orang-orang muslim karena kerakusannya khususnya pada zaman sekarang ini. Dan sebaliknya tidak sedikit kita jumpai orang-orang non muslim yang kaya raya, mereka mampu mengeluarkan hartanya untuk kepentingan orang banyak seperti yang terjadi pada Tsunami di Aceh. Justru yang palin banyak membantu adalah orang non muslim tapi sebaliknya orang-orang muslim sendiri (sebagai panitia) sibuk mengkoprupsinya  . Kaya sangat penting tapi dengan adanya kekayaan tersebut tidak nuntut kemungkinan untuk menafkahkan sebagian hartanya kejalan yang benar (dermawan). Hanya orang-orang berimanlah yang mampu sedemikian itu.
Kebaikan non fisik adalah suatu bentuk kebaikan karena di dasari dari hati yang bersih. Berkeinginan merubah karakter yang jelek  “berusaha ingin lebih baik” termasuk amal kebaikan (dapat pahala). Keinginan untuk merubah sifat yang tidak pantas yang ada pada diri seorang muslim adalah termasuk seorang muslim yang mempunyai karakter baik. Ada beberapa karakter yang ada pada diri seorang muslim yang perlu dirubah dan ini sering terjadi, antara lain
 (a). Merubah hati yang kotor dalam tanda petik “hasud”. Dengan hati yang bersih ia tidak rela orang lain merasa terluka maupun disakiti. Belas kasih, saling menyayangi antar sesama. kalaupun seandai disakiti ia tidak membalasnya akan tetapi do’a dan harapan serta hidayah dari Allah membukakan hatinya. Bukannkah sifat dengki itu suatu pebuatan tecela, tidak bermanfaat bahkan berdampak kemudloratan baik kepada orang lain tapi juga pada diri kita sendi sebab bagaimana mungkin seseorang menjadi lebih baik kalau yang di fikirkan kekurangan orang sedangkan kekurangan yang ada pada dirinya tidak pernah terfikirkan untuk dirubahnya.
(b). merubah hati yang tidak mempunyai jiwa sosial. Bentuk toleransi suatu perbuatan yang tidak bisa dihindari oleh manusia, karena manusia tidak hidup sendirian. Dengan demikian maka memerlukan usaha untuk merubahnya. Mempunyai kepediulian bukan hanya di cintai Allah tapi juga akan di cintai orang-orang yang ada disekitar. Rasulullah di juluki Al Amiin oleh orang-orang sekitar, tidak lain karena berjiwa besar serta kepedulian beliau kepada mereka.
 Suka membantu orang yang lemah bukan karena adanya kelebihan yang kita miliki, lebih dari itu karena suatu keharusan yang senantiasa dan diamalkan oleh muslim yang baik. Perbuatan baik bukan hanya orang lain merasa senang (disenangi), begitu pula dengan Allah yakni Allah akan memeberikan kehidupan yang baik tanpa ada rasa goyah maupun bosan di dunia. Diantaranya adalah (a). Allah akan memberikan rizqi yang cukup atau kaya tapi dengan adanya kelebihan itu ia tidak rakus maupun pelit untuk melaksanakan suatu kewajiban yang telah di wajibkan oleh agama. Artinya Allah akan memberikan kelapangan hati berupa sifat dermawan kepada siapapun.(b). jika Allah tidak memberikan keluasaan rizqi ( hidup sederhana), ia tetap merasa nyaman dengan kehidupannya serta disikapi dengan qona’ah, dan ridlo dengan apa yang telah diberikan kepadanya rizqi yang halal. Artinya Allah akan menanamkan kedalam hati hambanya dengan hati yang lapang dan disertai rasa qona’ah, menerima segala sesuatu yang Allah berikan sekecil apapun.
Berbuat kebajikan adalah suatu keharusan bagi insan yang beriman, sebab Allah adalah dzat maha baik dan senang kepada sesuatu yang baik, dan menerima amal perbuatan kecuali yang baik pula, sebagimana yang telah di perintahkan kepada para utusan pada sebelum-sebelumnya. Tentu tidak layak bagi orang yang beriman melakukan perbuatan yang tidak di ridloi-Nya. Allah berfirman:
Artinya: sesungguhnya mereka yang beriman dan beramal saleh,tentulah kami tidak akan menyia-nyiakan pahala orang-orang yang mengerjakan amalan (nya),(Qs:Al-kahfi:30).  
Kelebihan beramal baik tidak lain adalah Allah akan senantiasa bersamanya dengan pertolongannya. Dan begitu pula dalam menjalani hidup ia tidak akan kawatir dengan sesuatu yang akan datang. Dan seandainya secara akal sehat, memang sangat sulit untuk dilalui namun dengan keyakinannya ia tetap sabar, dan Allah pasti akan menolongnya dengan kehendaknya.Allah berfirman.
Artinya: sesungguhnya Allah beserta orang-orang bertakwa  dan orang-orang  yang berbuat kebajikan.(Qs: An-Nahl. 128).
Pertolongan Allah akan mudah bagi orang-orang yang senantiasa berbuat kebaikan, baik berupa fisik maupun non fisik. Tapi sebaliknya jangan salahkan Allah, apabila musibah turun atau kehidupannya di persulit, kalau kita kurang mensyukuri nikmat yang telah diberikan, dan terlalu  meremehkan kepada amal kebaikan.
Perlu di garis bawahi bahwa perbuatan baik bukan hanya sekedar kebaikan yang bersifat amalan sunnah atau membantu sesama, melainkan lebih dari itu yaitu melakukan perbuatan taat dan segala sesuatu yang di perintah maupun yang di larang  itu di jaga dengan baik sampai hembusan nafas terakhir.
Berusaha untuk melakukan kebajikan bukanlah hal yang yang mustahil bagi insan yang beriman, “dimana ada kemauan disitu ada jalan”. Allah akan memberikan jalan  kepada hambanya yang berkeinginan untuk melakukan hal-hal yang di  ridloinya baik yang bermanfaat untuk dirinya maupun kepada orang lain. Itu tergantung seberapa besar keinginan seseorang untuk meraihnya.Allah berfirman:
والذين جاهدوا فينا لنهدينهم سبلنا وان الله مع المحسنين
Artinya: dan orang-orang yang berjihat untuk (mencari keridaan) kami benar-benar akan kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.(QS: Al-Ankabut:69).
Hanya orang-orang munafik saja yang mengingkari kebenaran dan berputus asa atas rahmat dan kebesaran Allah, keinginanya tinggi namun mereka bermalas-malasan untuk berjuang dan meraih suatu kebaikan sebanyak-banyaknya.               

0 komentar:

Poskan Komentar