Minggu, 18 Desember 2011

18.04 - No comments

Kalimah Isim dan Ciri Cirinya

Salah satu unsur kalimah yang dapat disusun menjadi kalama adalah kalimah isim (Kata Benda), kalimah isim dalam definisi kalangan ahli nahwu adalah :
هُوَ كَلِمَةٌ دَلَّتْ عَلَى مَعْنًى فِى نَفْسِهَا وَلَمْ تَقْتَرِنْ بِزَمَانٍ وَضْعًا
Artinya : Kalimah yang menunjukkan terhadap makna yang terdapat padanya dengan tidak disertai zaman dalam penggunaan maknanya.
Contoh Kalimah isim :
(Nama Orang) اَحْمَد
(Kata ganti ; Saya) انَا 
(Buku) كِتَابٌ
Kalimah isim dalam maknanya tidak disertai dengan zaman, maksudnya kalimah isim tidak diserta kata 'telah', 'sedang', 'akan'. Misal kata  كِتَابٌ dalam maknanya tidak bisa telah/sedang/akan buku.
Tanda Kalimah Isim
Kalimah isim bisa dibedakan dengan kalimah lainnya dengan beberapa tanda, yaitu :
1. Muthlaqul Jar
 Maksudnya, menerima i'rob jer. jadi setiap kalimah yang menerima i'rob jer adalah kalimah isim sebab i'rob jer hanya untuk mengi'robi kalimah isim. i'rob jer/khofd pada kalimah isim bisa disebabkan oleh ;
a. Masuknya Harful Jar
خَلَقَ الإِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ
Lafadz عَلَقٍ adalah kalimah isim yang ditandai dengan masuknya huruf jer مِنْ 
c. Idhofah, yaitu adanya susunan mudhof dan mudhof ilaih, contoh
رسول اللهِ
Lafadz اللهِ  adalah kalimah isim yang menjadi mudhof ilaih, dan lafadz رسول disebut dengan mudhof. Artinya setiap mudhof ilaih hukumnya adalah jar/ beri'rob jar, dan setiap kalimah jar adalah kalimah isim.
c. Tabi', yaitu karena mengikuti kalimah lain dalam beri'rob jar. baik dengan Na'at, Athof, Taukid atau badal. contoh :
بِسْمِ اللهِ الرحمنِ الرحيمِ
Lafadz الرحمنِ الرحيمِ adalah kalimah isim yang dijerkan karena mengikuti i'robnya lafadz اللهِ .
2. Tanwin Khassah
Tanwin adalah Suara Nun Mati (نْ) yang berada pada akhir kalimah isim. Tanwin khasah adalah tanwin yang khusus masuk pada kalimah isim, yaitu pada isim mu'rob (Tanwin Tamkin), isim mabni (Tanwin Tankir), jamak muannats salim (Tanwin Muqobalah), isim mudhof (Tanwin Iwad).
contoh : كِتَابٌ
 Jadi setiap kalimah yang ditanwin (baik tanwin dhommah, fathah atau kasroh) adalah kalimah isim.

3. Alif Lam (ال)
 Setiap kalimah yang dimasuki ال di awalnya adalah kalimah isim. Baik ال yang memakrifatkan (menghususkan makna), ال maushulah (isim maushul), atau hanya tambahan (zaidah).
contoh : الحمد، المحبوب، الذي
setiap kalimah yang dimasuki ال tidak boleh ditanwin, begitu juga sebaliknya.
4. Nida
Yaitu menjadi  Munada (yang dipanggil), dengan huruf-huruf nida.
Contoh : يَا زَيْدُ، يَا رَجُلُ (hai laki-laki, hai zaed)

0 komentar:

Poskan Komentar