Senin, 04 Juni 2012

20.01 - No comments

MAKALAH DAMPAK HP BAGI REMAJA LENGKAP


MAKALAH
DAMPAK HP BAGI REMAJA














 
















DISUSUN OLEH :
    1. AHMAD HANIFUDIN
    2. FARIZ THEA
    3. YINK YAHRIR




MADRASAH ALIYAH IPHI PAMARICAN

KATA PENGANTAR

Puji syukur kita kepada Allah swt yang telah memberikan kita kesehatan dan kesempatan sehingga kami berkumpul dan berdiskusi bersama untuk menyelesaikan makalah yang sederhana ini dimana makalah yang kami susun  ini kami buat khusus untuk remaja dizaman sekarang ini yang sedang gila dan asiknya bermain dengan alat berteknologi canggih yang nama nya handphone. Mudah – mudahan dengan adanya makalah ini remaja menjadi lebih tau mana sisi positif dan mana sisi negatif handphone demikian makalah ini kami buat semoga bermanfa’at. Sekian dan terima kasih.





















DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR P......................................................................................... ii
DAFTAR ISI              ............................................................................................ iii
BAB I.A.PENDAHULUAN................................................................................... 1
           A.Latar belakang........................................................................................ 1
           B.Rumusan masalah............................................................................... 1
           C.Tujuan Penulisan................................................................................. 1
            D. MANFAAT............................................................................................. 1

BAB II.B.PEMBAHASAN..................................................................................... 2
            A.Etika           ........................................................................................... .. 2
           B.Etika Anak Didik Di Era Teknologi Saat Ini....................................... 4
           C.Posisi Handphone Dalam Masyarakat.............................................. 6

BAB III  KESIMPULAN DAN SARAN............................................................. 12
           A.Kesimpulan.......................................................................................... 12
           B.Saran          ........................................................................................... 12

BAB IV DAFTAR PUSTAKA   ......................................................................... ....














BAB I
PENDAHULUAN

1.  LATAR BELAKANG
Dizaman yang modern dan serba canggih ini mulailah para remaja yang baik  di kota maupun di desa telah mengenal yang namanya handphone.Di mana biasa kita ketahui dari dulu handphone memang ada ,mulai dari handphone yang biasa-biasa sampai handphone serba canggih ada,mulai dari orang yang serba kecukupan sampai orang kaya juga punya handphone ini,hingga sampai zaman sekarang di mana era globalissasi sedang berlangsung banyak orange disekitar kita sudah memiliki handphone yang melebihi batas manfaatnya.maksudnya handphone tidak hanya memiliki fungsi untuk berbicara tanpa bertatap muka tapi juga kta sekarang mengenal yang nama nya 3G dimana handphone ini memungkinkan kita untuk ngomomong sambil tatap muka baik dari rekan senegara maupun dari Negara lain.hal inilah yang sering di manfa’at kan oleh para remajakita di zamanyang serba moderen sekarang ini.mereka menggunakan handphone ini tidak sesuai dengan keguna’an nya,mereka menggunakan handphon ini hanya untuk kesenangan mereka saja seperti menonton film porno di handphone,berbicara sambiltatap muku sambil telanjang hal inilahyang disukai oleh remaja saat ini.bukannya mereka menghindari hasl semacam itu malah hal itulah yang menjadi kesenangan mereka sehari-hari.coba kita tngok disegalka tempat remaja di zaman sekarang ini tanpa malu-malu menonton film porno atau hal negative lainnya dngan cara terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi sehingga tidak jarang pada zaman serba cangih ini disana sini terjadi pemerkosaan atau kejahatan lainnya disebabkan oleh adanya handpone itu oleh sebab itu baik remaja maupun orang tua menggunakan handphone dengan sepantas nya agar kita terhindar dsari hal semacam itu.

2.   IDENTIFIKASI MASALAH
A.     Bagaimana seorang remaja bisa terjerumus kedalam hal demikian
B.     Bagaimana hal yang seharus nya yang dilakukan remajaagar tdak tergoda kedalam hal Demikian
C.     Mengapa seorang remaja cepat sekali melakukan hal-hal negative
D.     Siapa yang seharusnya mendidik mereke agar tidak terjerumus kedalam hal-hal yang negative
E.     Benarkah remaja tidak bisa keluar dari hal yang negatif

3.   RUMUSAN MASALAH
Dari hasil survei para bidan dan dokter di seluruh Indonesia telah membuktikan bahwa sebagian besar orang yang hamil dari tahun 2000-2010 adalah rmaja,bukan hanya itu sebagian besar hasil surve telah membuktikan orang ysang melahirkandari tahun 2000-2010 adalah remaja,takjarang jug sebagian besar melakukuan aborsi kta tdk mengetahui bagaimana nasib janinnya,dan sini juga tdk mengetahui siapa yang seharus nya bertanggungjawab atas pembuangan janin tersebut apakah remaja yang melahirkan atau bidan kandungan itu,kita tidak tahu,sekarang yang menjadi pertanyaannya mengapa hal tersebut terjadi.disini tidak lain karma kana perbuatan maksiat para remaja yang suka menonton film porno di hgandphone sehingga lama kelamaan mereka ingin mempraktekkan apa yang mereka tonton sehingga kita lihat sekarang para remaja di bawah umur  bahkan orang tua yang tidak punya gigipun sudah menjadi korban para remaja yang suka menonton film porno yang merusak jiwa dan fikiran mereka sehingga memjadi pribadi yang rusakmental dan fikiran sehingga generasui penerus bangsa ini akan hancur dan demikian ini sudah terjadi maka tunggu berapa tahun lagi bangsa ini akan hancur mental nya sehingga mereka tdk mampu membawa bangsa ini meraih cita-citanya.
BAB I
PENDAHULUAN

A.       LATAR BELAKANG
Perkembangan teknologi semakin memasyarakat dikalangan anak didik. Hal ini merupakan suatu kebanggaan bagi orang tua, karena punya anak yang tidak ketinggalan jaman. Orang tua menyadari akan pentingnya HP bagi anaknya dengan berbagai alasan. Sehingga HP, dewasa ini bukan barang mewah lagi atau bukan kebutuhan sekunder, melainkan kebutuhan primer. Pergeseran nilai terhadap HP merupakan masalah baru bagi pelajaran ekonomi, (“kalau demikian pengetahuan tentang kebutuhan primer dan kebutuhan sekunder dalam bidang ekonomi perlu disesuaikan”).

B.       RUMUSAN MASALAH
Permasalahan yang dapat dirumuskan dalam karya tulis ini adalah bagaimanakah kalangan remaja terpengaruh oleh (HP) handphone.

C.       TUJUAN PENULISAN
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak-dampak apa saja yang timbul akibat penggunaan (HP) handphone di kalangan remaja.

D.       MANFAAT
Dari penelitian ini diharapkan mempunyai manfaat, antara    lain :
a.    Bagi kalangan remaja
.
1.      Agar remaja dapat mengetahui bahwa dampak negatif (HP) handphone cenderung lebih banyak dari pada dampak positifnya.
2.      Sebagai dasar pengetahuan untuk kalangan remaja, bahwa (HP) handphone berdampak buruk, maka remaja akan sadar dan mejauhi hal tersebut.



BAB II
PEMBAHASAN

Teknologi HP merupakan alat komunikasi, seperti hal telepon rumah. Tetapi lebih praktis dibandingkan telepon rumah, sehigga menjadi pilihan bagi kalangan elit politik, birokrasi , bisnisman, swastawan, dan kalangan atas lainya. HP dipergunakan untuk hal-hal pelayanan, transaksi bisnis dan promosi. Perkembangan teknologi semakin meningkat, fungsi HP semakin meluas bukan hanya sebagai alat komunikasi, tetapi juga dipergunakan dalam urusan lain seperti; SMS, MP3, Vidio, Kamera, Recoard, sehingga HP menjadi Multimedia. Siapa tak tertarik olehnya? Keberhasilan HP menggerogoti pikiran orang, tak disadari imperialisme budaya pun merajalela. kini HP adalah sakunya anak didik. Hampir semua anak didik mengantongi HP. Mereka merasa PD dengan HP dan seolah - olah menyatakan dirinya “saya orang modern, saya orang teknologi”). Budaya tradisional semakin jauh ketinggalan oleh gaya hidup mewah.

A.  ETIKA
Etika oleh filsafat Yunani besar Aristoteles (384-322 s,M) sudah dipakai untuk menunjuk filsafat moral. Secara etimologi berarti adat, kebiasaan. Untuk kasus di atas pengertian etika secara etimologi nampaknya belum cukup, maka ada penjelasan lain yang lebih koperensif tentang pengertian etika yaitu:
1). Nilai-nilai dan norma-norma moral yang menjadi pegangan bagi seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah lakunya,
2). Kumpulan asas atau nilai moral (kode etik),
3). ilmu tentang yang baik atau buruk (K.Bertens, 2005, hal 4-6).

Kalau berorientasi pada teori belajar hakikat belajar adalah adanya perubahan tingkah laku. Pengalaman siswa bagian dari proses pembelajaran, kemampuan menggunakan HP juga bagian dari pembelajaran. Tetapi perubahan tingkah laku atau prilaku yang bagaimana yang diinginkan dalam pendidikan?. Untuk menjawabnya adalah etika, etika moral sorang siswa. Jadi tujuan pendidikan atau pembelajaran yang dimaksud adalah perubahan tingkah laku yang beretika.

B. ETIKA ANAK DIDIK DI ERA TEKNOLOGI SAAT INI
 Dalam hal integritas kesiswaan, ada gejala-gejala kesenjangan. Anak didik yang membawa HP cendrung bersifat individualisme, mereka bergaual atau bercakap-cakap bukan dengan teman disampingnya, melaian orang yang diluar lingkungan belajarnya dengan sarana SMS HP-nya. Karena HP barang mahal sehingga dapat dimaklumi bila ada keengganan meminjamkan pada temannya. Prilaku seperti ini berlangsung terus menerus, maka mulai muncul sikap-sikap egois dan pamer di antara anak didik yang membawa HP.

Bagi anak didik yang tidak membawa HP merasa terasing di lingkungan sekolah bahkan merasa asing di kelasnya sendiri. Sekali dua kali dipinjamkam untuknya, selanjutnya tak heran muncul perasaa malu, apalagi tidak bisa mengoperasikan. Siswa yang tidak punya HP harus beradaptasi, agar tidak kena seleksi dilngkungan kelasnya, caranya “menuntut kepada orang tua agar dibelikan HP”.

Integritas semakin melemah dan kesenjangan pergaulan akibat Teknologi semakin besar walupun tidak muncul dipermukaan ( teori konflik laten) Di dalam ruang belajar (di kelas) sadar atau tidak sadar, sengaja atau bukan sengaja, sering suara HP berdering mengusik ketenang dan keseriuasan belajar. Hanya dengan sepatah dua patah kata “maaf pak saya lupa mematikan” seorang guru tidak bias berbuat apa - apa, tertindas oleh teknologi. Tidak kalah menariknya untuk diungkapkan tentang prilaku siswa dalam ruangan kelas ketika mata pelajaran Matematika, Kimia atau Fisika, HP semuanya keluar dari kantong atau tasnya hanya untuk menjumlahkan, mengurangkan atau mengalikan bilangan-bilangan sederhana dalam contoh soal perhitungan yang diberikan oleh guru.
Tentu ini gejala buruk bagi perkembangan nalar atau logika berpikir siswa. Tidak percaya dengan pikirannya, lambat menggunakan pikiran atau nalar dan bahkan faktor malas orat-oret karena lebih praktis dengan HP. Yang lebih memprihatinkan menjawab soal ulangan dengan bantuan teman lewat SMS. Sikap dalam berinteraksi dengan guru seakan-akan tidak ada perbedaan, rasa hormat hanya prilaku yang bersifat semu bahkan cendrung bersifat subyektif. Mereka hanya menunjukan hormatnya ketika mereka perlu (menghadap). Terkadang acuh tak acuh dengan guru yang ada disampingnya, sibuk memainkan HP.

Guru tidak gila hormat, tetapi hormat kepada guru adalah bagian dari etika siswa (Konsep Guru Pengajian, dan juga terdapat dalam Manawa Dharmasastra, pasal 71 dan 72) Mengingat kecanggihan HP sebagai multimedia, menyetel lagu-lagu, menjadi ngetren di saat saat istiharat, di sana-sini terdengar alunan musik dari HP-HP. Dan tidak menutup kemungkinan ada siswa yang mojok memutar pornografi dan luput dari pantauan guru. Siswa jarang mendiskusikan mata pelajaran yang telah diikuti dan tak peduli hasil ulangan kecil, karena kebanggaan telah bergeser dari prestasi ke modernisasi. Pendek kata HP dikalangan siswa dalam lingkungan pendidikan seperti penyedap makanan nikmat, merangsang keinginan, tetapi tak disadari meracuni etika dan moralitas siswa.

Etika kesiswaan mengalami degradasi dari dalam dirinya sendiri, dan abrasi dari lingkungan sosialnya. Pendidikan dihadapkan pada masalah dimana ruang dan waktu tak mungkin dirubah. Motivasi belajar siswa tak menentu, datang kesekolah untuk apa dan untuk siapa? Pertannyan ini mungkin tak akan pernah terjawab dengan benar oleh siswa (maksudnya tidak sesuai dengan tujuan Pendidikan seperti tercantum dalam konsep wawasan Wyata Mandala. Apakah mungkin dikeluarkam larangan membawa HP bagi siswa?. Masyarakat akan menuding institusi ini tidak mengenal Teknologi, bahkan mungkin saja orang tua akan demo dengan alasan yang sama. Lalu bagaimana?. Dan salah siapa?. Kalau dicermati dari masing-masing komponen, sekolah, siswa, orang tua, maka semua benar. Tapi yang perlu disadari sebagai penekanan adalah teknologi silahkan jalan, tetapi hendaknya dibarengi dengan nilai-nilai, moralitas (etika). Perlukah Anak-Anak Memiliki Handphone?

C. POSISI HANDPHONE DALAM MASYARAKAT
Memiliki handphone (HP) sepertinya telah menjadi kebutuhan nyaris primer bagi masyarakat Indonesia. Hingga saat ini tercatat paling tidak terdapat 60 juta pengguna HP dengan angka pertumbuhan pada tahun 2005 mencapai 22,3%. Penggunaan HP ini tidak hanya oleh orang dewasa saja. Anak-anak usia sekolah dasar, taman kanak-kanak bahkan balita pun saat ini telah akrab dengan teknologi ini.

Tidak hanya sekedar meminjam HP orang tua untuk nge-game, tapi mereka sendiri juga telah memiliki HP.   Manfaat yang bisa kita dapatkan dari HP memang sangat besar. Dengan adanya HP ini komunikasi antara orang tua dan anak akan lebih lancar. Apalagi dengan kondisi seperti saat ini, ketika orang tua dan anak mempunyai banyak kesibukan masing-masing sehingga waktu untuk bersama berkurang, keberadaan alat yang mempermudah komunikasi dirasa sangat membantu. Orang tua akan lebih mudah mengabarkan kepada orang tua jika terjadi sesuatu pada mereka di saat tidak bersama dengan orang tua.  Namun di samping manfaat seperti yang tersebut di atas, penggunaan HP oleh anak juga dapat mendatangkan berbagai pengaruh buruk. HP sebagai alat komunikasi dapat membawa informasi negatif bagi anak karena saat ini begitu banyak pesan dan gambar “khusus orang dewasa” yang beredar bebas.

Informasi negatif ini tentu saja bisa mempengaruhi psikologis anak, sehingga membuat mereka tertarik untuk mencoba hal-hal yang seharusnya belum boleh meraka lakukan. Perilaku konsumtif juga mudah terpicu dalam penggunaan HP ini. Begitu seringnya muncul jenis HP baru, yang tidak hanya menawarkan teknologi yang mutakhir tapi juga design baru yang disesuaikan dengan selera konsumen, sehingga menarik minat pengguna untuk gonta-ganti HP. Belum lagi pemborosan pulsa karena adanya berbagai program yang mengundang pengguna HP untuk berpartisipasi dengan pulsa premium yang biayanya 10 kali lipat pulsa biasa. Selain dampak negatif di atas, penggunaan HP pada anak juga rentan terhadap bahaya. Baik bahaya perampokan maupun bahaya terhadap otak yang ditimbulkan oleh gelombang elektromagnetik HP.

Jadi, kira-kira perlukah kita membekali anak usia SD-SMP dengan HP? Orang tua menganggap anaknya perlu dibekali HP dengan pertimbangan manfaat kelancaran komunikasi. Kondisinya beragam. Ada yang di rumahnya belum tersentuh telpon kabel, sehingga HP diperlukan untuk menggantikan fungsi telepon rumah. Ada yang mengkhawatirkan keruwetan lalu lintas jalur bepergian yang harus dilalui anaknya ketika beraktifitas di luar rumah. Faktor semakin sedikitnya telepon umum yang berfungsi dengan baik juga menjadi bahan pertimbangan. Sedangkan orang tua yang memilih untuk tidak memberikan HP kepada anaknya karena alasan belum perlu, takut anaknya konsumtif, takut anak mendapatkan informasi-informasi negatif dan menghindarkan dari tindak perampokan. 

Dengan adanya dampak positif dan negatif yang ditimbulkan dalam penggunaan HP oleh anak-anak, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan oleh orang tua sebelum memberikan fasilitas komunikasi ini kepada anak,  Apakah anak memang telah benar-benar membutuhkan HP? Jika anak masih selalu dalam pengawasan dan di lingkungan tempat anak beraktifitas terdapat fasilitas telepon (telepon sekolah, tempat kursus, rumah teman atau telepon umum), maka kiranya pemberian fasilitas ini dapat ditangguhkan.  Apakah anak telah benar-benar siap menggunakan HP, baik secara mental maupun ketrampilan? Sudah sadarkah ia akan maksud pemberian fasilitas HP itu? Jika motivasi anak menginginkan HP hanya karena alasan “supaya sama dengan teman” atau “supaya tidak ketinggalan jaman”, maka HP tidak perlu diberikan.

Jika berbagai hal telah dipertimbangkan dan keadaan memang menjadi lebih jika anak memiliki HP, agar manfaat yang kita dapatkan, siapkan anak dengan hal-hal berikut :  Menjelaskan pada si anak, maksud dan tujuan memberi HP adalah agar memudahkan Anda menghubungi dan mengetahui keberadaannya ketika di luar rumah.  Menjelaskan bahwa HP termasuk barang mewah, dan harganya relatif masih mahal. Jadi, diharapkan dia pun bisa menjaga dan merawatnya dengan penuh tanggung jawab. HP yang diberikan tidak perlu memiliki berbagai macam fitur. Cukup dilengkapi dengan fungsi telpon dan SMS saja, tidak perlu adanya infrared, bluetooth yang memudahkan pertukaran gambar (MMS). Bisa juga dipilih jenis HP khusus untuk anak yang hanya memiliki beberapa tombol untuk menghubungi Ayah, Ibu, rumah & SOS. Selain itu juga designnya tahan banting karena dilapisi karet.

Jangan memandang HP sebagai sarana untuk pamer. Pakailah seperlunya saja.  Batasi pulsa untuk menghindari penggunaan yang berlebihan. Latih anak untuk bertanggung jawab atas fasilitas yang didapatnya.  Bila dirasa perlu, tetapkan aturan, anak hanya boleh membawa HP ketika pergi sendirian tanpa orang tua/pengawas. Dan, begitu di rumah, HP sebaiknya diletakkan di ruang keluarga, agar orangtua juga dapat mengaksesnya. Katakan padanya, HP tersebut untuk kepentingan seluruh keluarga, maka orang tua berhak melihat sms yang masuk ke situ. Karena, kini makin banyak saja sms berbau pornografi, berbahasa vulgar, yang tentu saja belum layak dilihat si remaja.

Semoga kita dapat memanfaatkan teknologi untuk meringankan beban kita, mempermudah tugas dan kerja kita, bukan malah memetik dampak negative darinya.        pengaruh Handphone terhadap individu dan lingkungan social

Dunia informasi saat ini seakan tak bisa terlepas dari teknologi. Konsumsi masyarakat akan teknologi menjadikan dunia teknologi semakin lama semakin canggih komunikasi yang dulunya memerlukan waktu yang lama dalam penyampaiannya kini dengan teknologi segalanya menjadi sangat dekat dan tanpa jarak. Salah satu teknologi yang saat ini sedang trend dan digemari masyarakat Indonesia adalah Handphone ( HP ). Saat ini handphone bukanlah suatu hal yang dianggap mewah atau langka lagi.

Handphone sekarang sudah menjadi kebutuhan pokok masyarakat Indonesia. Dari kalangan bawah sampai kalangan atas sudah menggunakan handphone. Disamping harga yang ditawarkan cukup terjangkau, berbagai fitur Handphone juga diberikan sebagai penunjang majunya teknologi.

Handphone yang awalnya hanya sekedar digunakan sebagai telpon dan SMS saja. Namun dengan semakin berkembangnya teknologi, sehingga perangkat Handphone semakin lengkap muali dari Game, Mp3, Kamera, Radio, dan koneksi Internet. Bahkan sekarang muncul teknologi baru untuk melengkapi komponen yaitu 3G. Dimana generasi ini telah merambah ke layanan internet secara Wireless. Teknologi ini telah merambah ke akses secara permanent Web, Video interaktif, dengan kualitas suara yang sangat baik sekualitas CD Audio Player hingga ke teknologi kamera video yang diintegrasikan dalam telepon seluller. Banyak fungsi yang bisa kita lakukan dengan mempunyai Handphone, diantaranya digunakan untuk menyimpan informasi, membuat daftar pekerjaan atau perencanaan pekerjaan, mencatat appointment ( janji pertemuan ) dan dapat disertakan reminder ( pengingat waktu ), kalkulator untuk perhitungan dasar sederhana, mengirim dan menerima email, mencari informasi ( berita, hiburan, dan informasi lain ) dari internet, Integrasi ke peralatan lain seperti PDA, Mp3 player, dan GPS ( Global Positioning System ).

Dengan lengkapnya fungsi Handphone ini menjadikan manusia menjadi Individual, karena informasi tidak lagi dibutuhkan oleh individu lain, melainkan bisa didapat dari Handphone yang ia punya, hal ini yang mengakibatkan individu semakin menjauh dari lingkungan social. Karena mereka merasa semua bisa dilakukan dengan menggunakan Handphone tanpa kerjasama atau bantuan orang lain.

Telepon genggam atau Handphone adalah sebuah perangkat telekomunikasi elektronik yang mempunyai kemampuan dasar yang sama dengan telepon fixed line sehingga konvesional namun dapat dibawa keman-mana ( portable ) dan tidak perlu disambungkan dengan jaringan telepon menggunakan kabel ( nirkabel, wireless ). Generasi pertama system selular Analog yaitu AMPS ( Advance Mobile Phone Service ). Versi dari AMPS dikenal sebagai Narrowband Advance Mobile Phone Service (NAMPS) yang menggabungkan teknologi digital, sehingga system ini dapat digunakan untuk membawa tiga kali lebih besar kapasitas pada setiap panggilan versinya. Pada tahun 1981 muncul NMT ( Nordic Mobile Telephone System ). Pada tahun 1982 muncullah GSM ( Global System For Mobile Communination ).

Pada tahun 1990 jaringan Amerika Utara bergabung membentuk standarisasi IS-54B dimana standarisasi ini adalah yang pertama kali menggunakan dual mode seluler berdasarkan teknik penyebaran spectrum untuk meningkatkan kapasitas yang disebut IS-95. Dengan menggunakan protocol AMPS sebagai defaultnya, akan tetapi mempunyai cara kerja SEC. Normal yang berbeda dengan analaog selular serta lebih canggih disbanding IS-54. Pada awalnya disebutkan bahwa yang menggunakan teknologi sistem Code Division Multiple Access ( CDMA ) secara digital akan meningkatkan kapasitas hingga 10 sampai 20 kali pada sistem selularnya. Meskipun konsep tersebut mengedankan hal inilah yang menjadikan sistem berdasarkan CDMA menjadi metode transmisi pilihan pada pemasangan-pemasangan baru di atas sistem CDMA. Indonesia mempunyai dua jaringan telepon nirkabel yaitu GSM dan CDMA tetapi sekarang ada era generasi baru Handphone yaitu era generasi ke-3 ( 3G ). Dimana generasi ini telah merambah ke layanan internet secara wireless. 

Sebagai makhluk sosial, manusia tidak pernah bisa hidup seorang diri. Dimanapun dan bilamana pun, manusia senantiasa memerlukan kerjasama dengan orang lain. Manusia membentuk pengelompokan sosial diantara sesame dalam upayanya mempertahankan hidup dan mengembangkan kehidupan. Dalam suatu kehidupan sosial, manusia juga memerlukan organisasi, yaitu suatu jaringan interaksi social antar sesama untuk menjamin ketertiban social, seperti keluarga, kelompok masyarakat dan lain-lain. Lingkungan sosial merupakan tempat berlangsungnya bermacam-macam interaksi sosial antara anggota atau kelompok masyarakat beserta pranatanya dengan symbol dan nilai serta norma yang sudah mapan, serta terkait dengan lingkungan alam dan lingkungan buatan.

BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN


A.   KESIMPULAN
Berdasarkan criteria di atas diharapkan para siswa dapat mengurangi kehidupannya dengan handphone, dan agar para siswa dapat meningkatkan kualitas belajarnya dengan baik.

B.   SARAN
agar siswa lebih mengurangi pergaulannya dengan handphone, karna handphone memberikan dampak kurang baik dan menurunkan kualitas belajar.





















DAFTAR PUSTAKA

Bukler,chaarlotte.2003
Ier_one_chil@yahoo.com

0 komentar:

Poskan Komentar