Alfaqih Abu Lais berkata: Barang siapa menjaga tuju kalimat, maka ia akan mendapat kemulyaan disisi Allah dan para malaikat-Nya. Allah akan mengampuni dosa-dosanya meskipun sebanyak busanya air laut, dan ia akan  merasakan manisnya ketaatan, hidup dan matinya Allah akan memberikan suatu kebaikan.
1.      Segala  bentuk perbuatan selalu di awali dengan basmalah.
Nabi bersabda: sesgala suatu bentu perbuatan yang ada nilainya apabila tidak di awali dengan bacaan basmalah maka akan putus barokahnya.
2.      Segala bentuk perbuatan selalu di akhiri dengan hamdalah.
Mensyukuri atas semua yang Allah berikan adalah wajib.Allah berfirman: apabila kalian bersyukur niscaya aku akan menambahkan nikmatku apabila kufur maka adzabku amat pedih.
3.      Apabila berbicara yang tidak ada manfaatnya, diakhiri dengan istigfar.
Semua manusia tidak yang namanya salah baik di sengaja mapun tidak disengaja, namun sebaik-baik manusia adalah apabila mendapat kesalahan mereka tidak lupa mengakui atas kesalahannya dan bertaubat tidak ingin mengulangi kembali.
4.      Apabila berkehendak melakukan sesuatu, besok misalnya, tidak lupa mengatakan INSYA ALLAH.
Yang namanya manusia tidak bisa menentukan dan memastikan dalam bentuk apapun, namun manusia hanya bisanya merencanakan yang menentukan hanyalah Allah jadi tidak pantas apabila mengatakan besok pasti terjadi. Namun harus mengatakan insya Allah.
5.      Apabila berjumpa dengan sesuatu yang tidak disukai, mengucapkan LAA HAULAA WALA KUWATA ILLA BILLAHIL ALIYYIL ADZIM.
6.      Apabila tertimpa musibah,mengatkan INNA LILLAHI WAINNA ILAI RAAJIUN.
Yang namanya hidup pasti kita jumpai yang namanya ujian. Ujian ada dua a. Enak b. Tidak enak. Apabila tertimpa musibah tidak enak baik dari segi materi maupun non materi maka kita harus kembalikan kepada Allah. Tapi kalau tidak demikian maka kerugian yang kita dapat,dan kemulyaan dari Allah jelas-jelas semakin jauh.
7.      Siang dan malam tidak pernah putus mengucapkan LAA ILAAHA ILLALLAH MUHAMMADUR RASULULLAH.
Mengucapkan kalimat tersebut baik dan berpahala namun lebih dari itu kita harus berusaha semaksimal mungkin mengamalkan kandungan isi dari pada kalimat tersebut yaitu syariat yang telah di bawa oleh nabi Muhammad saw.

Di kutib dari kitab: Durratun Naashihin.