Orang mukmin tidak lepas dari dua hal raja' dan khauf, berbeda dengan orang munafik terutama orang musrik selama-lamaya tidak akan mempunyai perasaan raja' dan khauf melainka kesenangan dunia semata dan tidak memikirkan bagaimana nasip nanti apakah celaka' atau selamat, jadi sangat bersyukur sekali di antara kita yang mempunyai perasaan raja' dan khauf yang telah di berikan Allah swt, ini termasuk nikmat yang tak terhingga harga dan nilainya.

                Raja' adalah mengharap rahmat, kasih sayang dan ampunan dari Allah swt, dalam kondisi apapun keadaan kita, mulai dari orang yang gemar melakukan dosa kecil lebih-lebi melakukan dosa besar itu pasti Allah memberi peluang selama hambanya mau mentgharap keridloannya. Sebagaimana firman Allah:
                Artinya: janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya.(Qs Az zumar: 53)
                Meskipun kita pernah melakukan kesalahan jangan berpikiran negatif berpikirlah positi karena Allah maha rahman, maha rahim hanya tergantung kita mau menyikapinya dengan pikiran jernih atau tidak, hidup hanyalah satu kali, dua pilihan yang kita pilih maka dari pada itu kita harus husnudzon berbaik sangka kpada Allah. Sebagaimana hadits nabi.
                Artinya: saya (Allah) berada pada perasangka hambanya "apabila hambanya berprasangka baik maka aku akan memberikan yang terbai sebaliknya apabila hambanya berprasangka buruk maka Allah akan memberikan kejelekan".seperti kisah yang di jelaskan dalam hdits pada zamany nabi musa ada seseorang keseharian melakukan dosa yang sudah melampaui batas, oleh masyarakat sekitarnya di hina dan kucilkan setelah ia mau meninggal sempat mengeluh (mengharap kepada Allah) rahmat dan ampunannya  lalu oleh Allah di anggkat jadi kekasinya.
                Di tinjau dari kehidupan sehari-hari manusia diuji oleh allah dua hal enak dan tidak enak, kaya dan miskin semua akan mengalami hal seperti itu tidak bisa dipungkiri dan dihindari namun kita oleh Allah diberi jalan keluar (pilihan), apabila hambnya diberi kehidupan enak apakah l kepada sang pemberi (Allah) atau tidak tau di beri kehidupan sederhana (tidak enak) kalau di sikapi dengan baik dan berbaik sangka kepada Allah tentunya Allah akan menurunkan rahmta dan imbalan yang sesuai dengan sikap positif.contoh yang telah di jelaskan di dalam hadis seseorang orang di berikan kehidupan yang se]angat sederhana.
  Artinya:  beruntung bagi seseorang,malam, pagi sore berperang (jihad ) memperoleh pahala hajji: yakni seorang laki-laki fakir yang mempunyai keluarga dan menjaga kehormatannya dan menerima sesuatu pemberian yang sedikit,berangkat mencari nafkah dan  pulang masuk rumah  ia  selalu tersenyum, demi dzat (Allah) diri berada dalam gengamannya sungguh orang tersebut orang yang melksanakan hajji berperang di jalan Allah. (HR. addaylami dari abu hurairah).
                Khauf adalah takut kepada Allah dalam segala tindakan yang tidak di ridloai-Nya.perasan takut adalah ciri khas seseorang mukmin kepada sang pencipta dalam situasi atau kondisi apapun seperti halnya rabiah al adawiyah seorang sufi perempuan keikhlasannya dalam ibadah kepada Allah ia berkata seandainya aku bisa membakar surga dan neraka maka akan saya bakar kerana sebab neraka dan surgalah aku tidak murni ibadah kepada Allah dengan seikhlas-ikhlasnya.
                takut (khauf) sangat mempengaruhi kehidupan sehari-hari terhadap seorang mukmin untuk memperoleh kebahagian yang sejati, kegelihan yang pernah di alami tidak pernah dijadikan sebuh masalah, malah di jadikan sebuag anugrah dari Allah sebagai jalan mendapatkan keridloan dan rahmat-Nya sebaliknya apabila ditimpa masalah yang bersifat negatif yang tidak diridloi  Nya malah gelisahan yang tak pernah putus selama diri tidak minta ampun kepada Allah.
 
Ya Allah ya tuhanku ,maha pengasih dan pengampun,
Sekiranya hambamu ini bergelimpangan dan berlumuran Maksiat,
 tentunya hambamu ini tidak pantas masuk kesurgamu namun jua hambamu ini tidak kuat menahan
Panasnya api neraka.
Maka dari pada itu berikanlah hambamu ini kekuatan dan berikanlah kesempatan
Untuk meminta ampunan dan curahkan rahmatmu.
Sedikit demi sedikit kami berjalan di hamparan bumi
Yang tak pernah kami syukuri
Namun hambamu ini berharap besar atas rahmat dan hidayahnya (khusnul khatimah) tercurahkan ketika menghembuskan nafas Terakhir